Contoh Pantun Agama Sasak

Contoh Pantun Agama Sasak

ada yg tau pantun BHS sasak​

Daftar Isi

1. ada yg tau pantun BHS sasak​


1. Aku lalo beli tembage

saya pergi membeli tembaga

Te ngadu ngelim parang

digunakan untuk mengelem parang

Lamun mele tame surge

kalu mau masuk syurga

Girang-girang ngaji sembahyang

sering-sering mengaji dan sholat

2.Arak lime buak kedondong

ada lima buah buah kedondong

Arak due buak sempage

ada dua buah jeruk manis

Jari kanak dendek te sombong

jadi anak jangan kita sombong

Dunie akhirat te bedose

dunia akhirat kita berdosa

3. Bau paku leq sedin oloh

mengambil daun paku dipinggir sungai

Jari kandoq mangan tengari

dijadikan lauk makan siang

Pacu-pacu pade sekolah

rajin-rajin bersekolah

Jari sangunte lemaq mudi

jadi bekal kita besok dikemudian hari

#maafkalausalah


2. tuliskan definisi lelakaq(pantun) sasak​


Jawaban:

Lelakaq adalah ungkapan tradisional yang menyerupai pantun, terdiri dari empat baris berupa dua bari sampiran dan dua baris isi yang sering dibawakan pada upacara tradisional Sasak. Sebagai salah satu bentuk budaya, lelakaq bertujuan mengkomunikasikan pikiran masyarakat yang tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu

Penjelasan:

semoga benar kak jangan lupa follow aku ya kak


3. ada yang tau pantun nasihat sasak 4 baris


Jawaban:

Sasak nyaring nyanyi,

Dalam hati senantiasa berkah,

Mau dikau cepat kaya,

Jangan lupa berdoa setiap hari.

Penjelasan:


4. 1.sebutka. asal usul orang sasak2.darimanakah nama sasak muncul3.sebutkan sistem kepercayaan sasak4.bagaimanakah siatem kepemimpinan sasak pada zaman dahulu​


Jawaban:

Suku Sasak adalah suku bangsa yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak. Sebagian besar suku Sasak beragama Islam, uniknya pada sebagian kecil masyarakat suku Sasak, terdapat praktik agama Islam yang agak berbeda dengan Islam pada umumnya yakni Islam Wetu Telu, tetapi hanya berjumlah sekitar 1% yang melakukan praktik ibadah seperti itu. Ada pula sedikit warga suku Sasak yang menganut kepercayaan pra-Islam yang disebut dengan nama "Sasak Boda".[1]

Suku Sasak

Penenun suku Sasak

Jumlah populasi

Indonesia

kurang lebih 3.000.000 jiwa

Kawasan dengan konsentrasi signifikan

Nusa Tenggara Barat: 2.500.000 jiwa

Bahasa

Sasak • Melayu • Indonesia

Agama

Mayoritas:

Islam

Minoritas:

Hindu • Buddha • Animisme • Wetu Telu • Boda

Kelompok etnik terdekat

Suku Bali • Suku Sumbawa

Kampung adat Sade

Tradisi pintal benang suku Sasak

Kata Sasak berasal dari kata sak sak, artinya satu satu. Kata sak juga dipakai oleh sebagian suku Dayak di pulau Kalimantan untuk mengatakan satu. Orang Sasak terkenal pintar membuat kain dengan cara menenun, dahulu setiap perempuan akan dikatakan dewasa dan siap berumah tangga jika sudah pandai menenun. Menenun dalam bahasa orang Sasak adalah Sèsèk.

Kata sèsèk berasal dari kata sesak,sesek atau saksak. Sèsèk dilakukan dengan cara memasukkan benang satu persatu(sak sak), kemudian benang disesakkan atau dirapatkan hingga sesak dan padat untuk menjadi bentuk kain dengan cara memukul mukulkan alat tenun. Uniknya suara yang terdengar ketika memukul mukul alat tenun itupun terdengar seperti suara sak sak dan hanya dilakukan dua kali saja.

Itulah asal kata sasak yang kemudian diambil sebagai nama suku dipulau Lombok. Menurut Sumber Lisan, mengatakan bahwa dahulu bumi Lombok ditumbuhi hutan belantara, Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa: Sasak diartikan buluh bambu atau kayu yang dirakit menjadi satu. Sedangkan dalam Kitab Negarakertagama (Decawanana): Sasak dan Lombok dijelaskan bahwa Lombok Barat disebut Lombok Mirah dan Lombok Timur disebut Sasak Adi.[2]

Orang suku Sasak yang mula mula mendiami pulau Lombok menggunakan bahasa Sasak sebagai bahasa sehari hari. Bahasa Sasak sangat dekat dengan bahasa suku Samawa, Bima dan bahkan Sulawesi, terutama Sulawesi Tenggara yang berbahasa Tolaki.


5. Buatlah 1 pantun sasak dengan tema " Virus corona "


Jawaban:

Jalan - jalan ke negeri Cina

Matahari lah simbolnya

Sudah datang virus Corona

Semoga cepet dapat obatnya

Penjelasan:

itu a - b - a - b


6. Sebutkan 2 (dua) yang menunjukkan masuknya agama hindu di gumi sasak


Jawaban:

Berikut adalah dua hal yang menunjukkan masuknya agama Hindu di Gumi Sasak:

Prasasti Mulwarman - Prasasti ini ditemukan di Muara Kaman, Kalimantan Timur, dan berasal dari abad ke-4 Masehi. Prasasti ini memuat ajaran agama Hindu tentang karma dan reinkarnasi.Prasasti Batu Mandi - Prasasti ini ditemukan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan berasal dari abad ke-8 Masehi. Prasasti ini memuat ajaran agama Hindu mengenai upacara keagamaan, termasuk persembahan untuk dewa-dewi Hindu.

Semoga membantu ≧◉ᴥ◉≦


7. contoh lapisan masyarakat suku Sasak ?​


Jawaban:

suku sasak merupakan suku yang kaya akan khazanah sastra dan budaya

kalo salah


8. apakah nama pakaian adat suku sasak, dan apa nama tarian suku sasak serta senjata tradisional suku sasak itu apa?


Jawaban:

tari gendang beleq, pakaian pegon, senjata tulup


9. Orang sasak pergi ke bali, Membawa Pelita semuanya. Berbisik pekak dengan tuli, Tertawa si buta melihatnya. Pantun tersebut adalah pantun....


Pantun Tersebut Adalah Pantun Jenakapantun itu pantun jenaka


10. Tuliskan pengertian aksara sasak kadu bahasa sasak


Penjelasan:

Aksara Sasak atau dikenal dengan sebutan Aksara Baluq Olas (Aksara Delapan Belas). Aksara ini disebut juga dengan Carakan dan merupakan salah satu aksara dari beragam aksara yang ada di Nusantara. Aksara ini banyak ditemukan penggunaannya pada beberapa suku di tanah air, terutama digunakan untuk menulis dalam Bahasa Jawa, Bahasa Bali dan Bahasa Sasak (Lombok).


11. Buatlah 1 pantun sasak dengan tema "virus corona"


Jawaban:

virus engkau.....

menghantam negeriku

membuat semua pilu

tak ragu ragu membelenggu

tak acuh siapapun itu

kau cicipi rasamu

sampai kapan engkau akan menghujam

berhentilah, tidakkah kau mencintai kedamaian


12. contoh nilai dasar Pancasila kerakyatan atau demokrasi dalam suku Sasak​


Jawaban:

Kerakyatan / Demokrasi Contoh praktek nilai kerakyatan dalam kehidupan masyarakat sasak : “Rembuq” yaitu musyawarah yang di lakukan oleh masyarakat sasak untuk menyelesaikan suatu masalah atau untukmencapai mufakat. Biasanya dilakukan pada berugak-berugak. Gawe rapah yaitu sebuah pertemuan berkala antara pemimpin dengan masyarakatnya.

Penjelasan:


13. Informasi yang terdapat dari tekstersebut adalahsuku Sasak sangat sukaberperangb suku Sasak sangat sukaperdamaiansuku Sasak adalah suku asli diLombokd. suku Sasak adalahSukupendatang di Lombok​


Jawaban:

suku Sasak adalah suku asli di Lombok

Jawaban:

"Suku Sasak adalah suku asli di Lombok"

Penjelasan:

(Semoga Membantu)


14. Tuliskan pengertian akasara sasak kadu bahasa sasak


Jawaban:

Beberapa dialek bahasa Sasak memiliki tingkat kesalingpahaman yang rendah. Bahasa Sasak mempunyai sistem tingkatan bahasa, mirip dengan bahasa Jawa dan Bali. Setiap tingkatannya memiliki kosakata berbeda; penggunaannya ditentukan oleh status sosial relatif penutur terhadap lawan bicaranya.

Meski kini jarang ditemui dalam ragam tulisan, teks-teks tradisional bahasa Sasak yang ditulis dengan medium lontar terkadang dibacakan pada acara-acara adat tertentu. Sistem aksara bahasa Sasak hampir mirip dengan aksara


15. sebutkan 2 contoh norma kesopannan pada suku sasak


contoh norma kesopanan:
1. mengetuk pintu jika bertamu
2. orang muda harus menggunakan bahasa yang lebih halus jika berbicara pada orang yang lebih tua
3. mempersilahkan wanita duduk jika bus atau kerata telah penuh
4.gotong royong untuk kepentingan bersama
5.  janganlah meludah dilantai atau ditempat yang sembarangan

maaf kalau salah

16. contoh kalimat aksara sasak​


Jawaban:

contoh kalimat aksara ssasak

Penjelasan:

Aksara Carakan

Asal usul aksara Jejawan/sasak adalah dari Aksara Jawa, dari segi pelafalan berjumlah 20 buah dengan urutan : ha , na , ca , ra , ka ,da , ta ,sa , wa , la , pa , dha , ja , ya , nya , ma , ga , ba , tha , nga.

Yang diserap ke dalam aksara Jejawan/Sasak hanya 18 buah dan disebut aksara Baluq Olas dengan tata urutan sebagai berikut :

Aksara Swalalita

Yaitu aksara yang dipakai untuk tulis menulis dalam naskah-naskah lontar Sasak baik naskah berbahasa Sasak maupun berbahasa Jawa (Kawi). Aksara Swalalita terdiri atas :

Huruf Vokal ( Aksara Swara )

Huruf Konsonan ( Aksara Wyanjana )

Contoh aksara sawara :

Aksara Swara ini digunakan bila ia berdiri di depan serta menyatakan nama diri, nama tempat, nama haria dll. Aksara Swara ini juga berkedudukan sebagai Aksara Murdha, yang jika dialih aksarakan ke huruf latin-indonesia menjadi huruf Kapital, kecuali le. Contoh :

Aksara Swara : i , u , e , o , dan e, apabila melekat pada aksara Wyanjana maka aksara Swara berubah menjadi sandarangan bunyi dengan bentuk-bentuk tertentu serta penempatannya ada di atas, di bawah, di depan atau di belakang, seperti berikut :

Aksara Wyanjana : h, r , ng berada pada akhir suku kata, berubah menjadi sandangan bunyi dan berfungsi untuk mematikan suku. Sedangkan ” ra ” dan ” re ” untuk menghidupkan suku.

Aksara Carakan ( aksra baluq olas ) secara lahiriah telah mengandung bunyi vocal ” a ” , serta merupakan satu suku. Apabila belum mengandung bunyi vocal ” a ” ( h, n, c dst. Bukan ha, na, ca dst.) disebut Aksra Legena.

Dari tabel aksra Wyanjana di atas jelaslah dapat di ketahui pemakaian aksara Wyanjana pada naskah lontar sasak yang berbahasa Kawi dengan naskah lontar yang berbahasa Sasak.

Keterangan tambahan :

KANTYA adalah suara vocal atau konsonan yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah kepada guttur (kantha) yaitu bagian langit-langit dekat kerongkongan. Terdiri atas : a, ka, kha, ga, gha, nga.

TALAWYA adalah suara vocal atau konsonan yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah kepada palatum (talu) yaitu langit-langit lembut. Terdiri atas : i, ca, cha, ja, nya,.Talawya juga disebut Aksara Kalpaprana yaitu aksara yang lahir dari articulator tengah lidah yang disertai hembusan nafas kecil.

MURDHANYA adalah suara vocal atau konsonan yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah kepada langit-langit keras (murdha atau ceberum). Terdiri atas : ta, da, na, re.

DANTYA adalah suara vocal atau konsonan yang dihasilkan dengan menyentuhkan ujung lidah kepada lengkung kaki gigi atas ( dental atau danta ). Terdiri atas : ta, tha, da, dha, na, la.

OSTHYA adalah suara vocal atau konsonan yang dihasilkan dengan mendekatkan kedua bibir ( labial atau ostha ). Terdiri atas : u, pa, pha, ba, bha, ma. Osthya juga disebut aksra Maharaprana yaitu aksara yang mendapat hembusan nafas besar.

ARDHASWARA adalah bunyi setengah vocal dan setengah konsonan ( semivokal atau antyaswara). Tersiri atas : ya, ra, la, wa.

USNA adalah bunyi desis ( sibilant atau asthiswara). Terdiri atas : ça, sha, sa .

WISARGA adalah bunyi yang terjadi dengan adanya hembusan nafas serta tidak memiliki daerah artikulasi (aspirat).

GLOTAL STOP adalah bunyi yang dihasilkan dengan jalan menutup rapat hembusan nafas pada rongga mulut.

Dengan adanya lambing bunyi Glotal Stop yaitu (‘/q) maka dapat diketahui bahwa aksara Wyanjana yang dipakai sebagai alat tulis menulis dalam bahasa sasak berjumlah 19. Hal ini pula yang membuktikan bahwa Aksara Jejewan/Sasak menunjukkan cirri tersendiri dalam melambangkan bunyi.

Aksara Murdha

Aksara Wyanjana yang diberi tanda o> tergolong aksara murdha. Menurut Kamus Jawa Kuna-Indonesia karangan L. Mardiwarsito, murdha memiliki dua pengertian yaitu :

Kepala

Langit-langit keras, daerah terjadinya bunyi.

Aksara murdha di Jawa diidentikkan dengan huruf Kapital, berarti mengacu kepada pengertian ” kepala “. yang perlu diketahui, dalam penulisan , aksara murdha tidak selalu berada di awal kata, melainkan bias di tengah atau dibelakang. Namun dalam pengalihan aksara ke huruf latin menjadi capital.

Dalam khaznah naskah lontar Sasak, aksara murdha umumnya hanya terpakai pada naskah lontar Sasak yang berbahasa Jawa ( kawi ) berbeda halnya dengan naskah lontar Sasak yang berbahasa Sasak, tidak mengenal pemakaian aksara murdha.

Yang membedakan aksara Jejawan ( sasak ) dengan aksara Jawa atau Bali adalah bunyi Glotal Stop yang dilambangkan dengan aksara …… .Berdsarkan pengamatan penulis ( red. Argawa ) untuk sementtara ini, aksra Jejawan dalam bahasa Sasak tidak mengenal pemakaian ……. Sebagai aksara Murdha, melainkan sebagai aksara Glotal Stop.

Semoga membantu >///<

sangat panjang jawabannya semangat mengerjakan ya


17. Sebutkan contoh interaksi antar ruang suku Sasak !


masayarakat dipegunungan menghasilkan sayur-sayuran saja,sedangkan mereka butuh ikan dan masyarakat diwilayah pantai merupakan penghasil ikan sedangkan mereka membutuhkan sayur-sayuran.terjadilah interaksi antarruang yaitu dengan masyarakat pegunungan menjual hasil sayur-sayuran kepada masyarakat wilayah pantai begitu juga sebaliknya


Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/7635957#readmore


Mempunyai pegunungan yg hasilnya sangat melimpah dan juga lautan yg memiliki keberagaman hewan dan juga tumbuhan


18. Sebut dan jelaskan 5 contoh permainan masyarakat suku Sasak​


Jawaban:

Lenjang

Ada 2 jenis tipe permainan ini, yang pertama adalah bermain berdiri diatas bambu yang telah di buat pijakannya dan berjalan menggunakan bambu tersebut, permainan ini mengutamakan keseimbangan, jika tidak seimbang, tentu tidak dapat berdiri dan berjalan diatas bambu tersebut,

Jenis yang kedua adalah bermain berdiri diatas tempurung kelapa yang telah di beri tali untuk berpegangan dan berjalan menggunakan tempurung tersebut, jenis yang kedua ini juga mengandalkan kemampuan yang seimbang dari tubuh kita, kelihatannya saja mudah, tapi bagi yang belum pernah bermain pasti akan sangat sulit.

Edolet

Edolet adalah salah satu permainan tradisional yang terbuat dari bambu dan di bentuk seperti roda, setelah bentuk tersebut menyerupai roda, lalu di buatkan alat agar dapat mendorong roda bambu tersebut hingga dapat berjalan seperti roda dan berkeliling sesuka hati mendorong roda tersebut, bagi daerah yang sedikit modern , biasa roda dar bambu tersebut di ganti dengan menggunakan roda sepeda bekas.

Bermain Musik Genggong

Selain beberapa permainan tradisional tadi, di Ende juga terdapat permainan musik yang cukup merdu di dengar, musik tersebut bernama Genggong, alat musik ini cukup sederhana, terbuat dari palapuh daun aren atau kulit pohon nau yang dimainkan dengan cara di tiup dan di goyangkan menggunakan jari telunjuk, dan di iringi dengan beberapa instrumen tambahan lainnya.

Maen Geleng

adalah salah salah satu permainan yang sering di temui pada masyarakat lombok, inti dari permainan ini adalah saling menginjak benteng lawan yang di buat dari batu bata, dan permainan menjadi salah satu permainan yang di gemari anak-anak kampung di lombok tidak terkecuali di desa semparu banyak anak-anak dan remaja sering memainkan permaina ini dengan asyiknya sehingga lupa waktu, biasanya di lakukan setelah semua personil pulang sekolah, dan di mulailah permainan geleng ini sebagai penghibur setelah seharian bersekolah.

Maen Selodor begitu sebutan permainan ini di desa semparu lombok tengah, permainan ini di lakukan oleh 4 orang pada setip timnya, tim yang satu menjaga kamar- kamar yang telah di buat dengan kayu dia atas tanah agar tidak di masuki oleh tim lawan, salah satu ti di katakan menag jika bisa memasuki kamar yang paling ujung dari kamar yang pertama, permainan ini juga populer di kalangan masyarakat lombok, dan menjadi salah satu permainan favorit.

Maen Rempak

adalah salah satu permainan yang sering juga di mainkan masyrakat lombok, permainan teradisional ini tidak di tentukan jumlah pemainnya, inti dari permainan ini adalah melompat demgan satu kaki di dalam kotak yang sudah di buat menurut pola yang di inginkan, pemain yang di katakan pemenag adalah pemain yang paling banyak membuat rumah pada kotak- kotak tersebut permainan ini cukup seru dan menarik.


19. contoh bahasa Sasak dan artinya​


Sai aran dey? =siapakah namamu?

jawaban: mbe taoq de mero mangkin?=kamu tinggal di mana


20. Contoh pidato bahasa sasak yg jelas


saya sangat berterimakasih oleh anda sekian terimakasih

21. contoh isi undangan bahasa sasak halustolong dong besok mau di kumpulin​


Jawaban:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i

Dengan Hormat,

Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dalam acara pernikahan putra/putri kami yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 20 Juli 2019

Pukul : Pukul 09.00 Wita

Tempat : Desa Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Lombok Utara

Kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i untuk memberikan doa dan dukungan kepada kami.

Atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hormat Kami,

(Tanda Tangan)


22. jelaskan pengertian dari anyaman sasak, bilik, lilit, dan, mata bintang beserta contohnya!


KERAJINAN TANGAN ANYAMAN
Anyaman adalah serat yang dirangkaikan hingga membentuk benda yang kaku, biasanya untuk membuat keranjang atau perabot. Anyaman dibuat dengan cara : mengangkat dan menumpang-tindihkan atau menyilangkan bahan sehingga menjadi suatu karya yang indah dan menarik.
Dasar mutu kerajinan karya kerajinan tangan anyaman meliputi 3 hal :a. Fungsi barang kerajinan anyamanBarang anyaman dibuat karena fungsinya sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari, yang sebagian besar berupa perkakas berbagai keperluan.b. Kekuatan kerajinan anyaman Kekuatan barang-barang kerajinan tangan anyaman dapat dilihat dari bahan yang digunakan untuk membuatnya, misalnya rotan yang memiliki sifat yang tidak mudah patah dan mudah dibengkok-bengkokkanc. Keindahan kerajinan anyamanKeindahan kerajinan anyaman ditentukan oleh motif-motif hias yang dihasilkan dari variasi anyaman.
Jenis bahan untuk membuat kerajinan tangan anyaman dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
a. Bahan Alam :daun kelapa, mendong, daun lontar, bambu, pandan, rotanb. Bahan Buatan :
benang, kertas, lembaran plastik
Corak-corak Anyaman Dasar
1. Anyaman sasak :menganyam dengan mengangkat satu tumpang satu2. Anyaman bilik :Menganyam dengan mengangkat dua tumpang dua3. Anyaman mata bintang :dibuat dengan cara menyilangkan rautan dengan membentuk segi enam beraturan dan setiap sudut dibuat menumpang dan menindih bergantian4. Anyaman lilit :dibuat dengan melilitkan dua rautan secara bergantian.

23. contoh nilai dasar Pancasila ketuhanan suku sasak​


Jawaban:

Ketuhanan Masyarakat sasak masi ada yang menganut system kepercayaan Dinamisme yaitu suatu system kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Contohnya : Meminta doa pada makam-makan yang dianggap keramat. Meminta doa pada pohon-pohon yang di anggap kermat. Meminta doa kepada batu-batu yang di anggap suci

Penjelasan:


24. pidato singkat tentang agama ,●menggunakan bahasa sasak.●no gogel●jadikan jawaban tercerdas.●langsung di folow​


Jawaban:

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabbarkatuh.

Yang saya hormati para hadirin sekalian, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt., karena berkat nikmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul dan bertatap muka di acara ini. Sholawat serta salam tidak lupa kita panjatkan kepada nabi kita Muhammad saw.

Hadirin Ma’asyiral Muslimin,

Akhir-akhir ini kita seringkali mendengar berita duka dari kerabat kita, teman maupun kerabat dari teman kita.

Berita kematian yang sampai kepada kita merupakan pengingat bahwa bisa saja pada suatu hari berita kematian kita yang sampai kepada kerabat lainnya.

Hal ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk selalu mempersiapkan diri dengan memperbanyak dan meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah Swt.

Hadirin Ma’asyiral Muslimin,

Allah subhanahuwatalala berfirman dalam surat Al Ankabut ayat 57 yaitu:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ – ٥٧

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”

Jadi, yakinlah bahwa kita ini sedang dalam antrian menuju kematian. Oleh karena itu Ma’asyiral Muslimin, bertakwalah! Bertakwalah dengan sebenar benarnya takwa.

Jadikan dunia ini sebagai tempat untuk melakukan sebanyak mungkin amal karena di akhirat tidak ada lagi amal yang ada hanyalah hisab.

Terakhir, saya di sini mengingatkan diri saya sendiri pada khususnya dan Ma’asyiral muslimin pada umumnya, untuk tidak lagi berleha leha dalam beribadah.

Jadikan setiap dari kegiatan kita adalah ibadah.

Akhirul kalam wabiltaufik walhidayah wasslamualaikum warrhamatullah wabbarkatuh.

Penjelasan:

semoga bermanfaat ya


25. bahasa Sasak digunakan oleh masyarakat suku sasak Yang tinggal di


Wilayah Nusa Tenggara Barat ( NTB )

26. suku Sasak adalah suku bangsa yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak. sebagian besar suku Sasak beragama islam.ada pula sedikit warga suku Sasak yang menganut kepercayaan para-islam yang di sebut dengan nama "Sasak boda".kata Sasak berasal dari kata sak sak, artinya satu satu.kata sak juga di pakai oleh sebagian suku Dayak di pulau Kalimantan untuk mengatakan satu1.apa gagasan utama pada paragraf di atas?2.di mana asal suku Sasak?​


Jawaban:

1. Suku Sasak

Suku Sasak adalah suku bangsa pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak . Sebagian besar mereka beragama Islam.Kata Sasak juga di pakai oleh sebagian suku Dayak di pulau Kalimantan untuk mengatakan satu .

2. Suku Sasak berasal dari pulau Lombok.

Penjelasan:

# semoga membantu

jadikan jawaban yang tercerdas ya

follow aku ya


27. pranata agama di suku sasak


AGAMA dan KEPERCAYAAN

Ada 2 kelompok suku sasak, yaitu wetu telu dan wetu lima. Dari keduanya mempunyai perbedaan dalam menjalankan agama dan kepercayaannya, namun terlebih dulu akan di jelaskan mengapa di sebut wetu telu dan wetu lima. Di sebut wetu telu karena agama wetu telu mengurangi dan meringkas hampir semua peribadatan islam menjadi hanya 3 kali saja. 3 rukun islam saja, 3 waktu shalat saja, puasa ramadhan 3 kali saja.
Disebut wetu lima karena menjalankan dan mengikuti secara lebih ketat ajaran islam yang sesuai al-quran dan hadits.
Sebelum masuknya Islam, masyarakat yang mendiami pulau Lombok berturut-turut menganut kepercayaan animisme,dinamisme kemudian Hindu. Islam pertama kali masuk melalui para wali dari pulau Jawa yakni Sunan Prapen pada sekitar abad XVI, setelah runtuhnya kerajaan Majapahit. Bahasa pengantar yang digunakan para penyebar tersebut adalah bahasa Jawa Kuno. Dalam menyampaikan ajaran Islam, para wali tersebut tidak serta merta menghilangkan kebiasaan lama masyarakat yang masih menganut kepercayaan lamanya. Bahkan terjadi akulturasi antara Islam dengan budaya masyarakat setempat, karena para penyebar tersebut memanfaatkan adat-istiadat setempat untuk mempermudah penyampaian Islam. Kitab- kitab ajaran agama pada masa itu ditulis ulang dalam bahasa Jawa Kuno. Bahkan syahadat bagi para penganut Wetu Telu dilengkapi dengan kalimat dalam bahasa Jawa Kuno. Pada masa itu, yang diwajibkan untuk melakukan peribadatan adalah para pemangku adat atau kiai saja.
Terdapat dugaan bahwa praktik tersebut bertahan karena para wali yang menyebarkan Islam pertama kali tersebut, tidak sempat menyelesaikan ajarannya, sehingga masyarakat waktu itu terjebak pada masa peralihan. Para murid yang ditinggalkan tidak memiliki keberanian untuk mengubah praktik pada masa peralihan tersebut ke arah praktik Islam yang lengkap. Hal itulah salah satu penyebab masih dapat ditemukannya penganut Wetu Telu di masa modern.
Dalam masyarakat Lombok yang awam menyebut kepercayaan ini dengan sebutan Waktu Telu sebagai akulturasi dari ajaran islam dan sisa kepercayaan lama yakni animisme,dinamisme,dan kerpercayaan Hindu. Selain itu karena penganut kepercayaan ini tidak menjalankan peribadatan seperti agama Islam pada umumnya (dikenal dengan sebutan Waktu Lima karena menjalankan kewajiban sholat Lima Waktu).Yang wajib menjalankan ibadah-ibadah tersebut hanyalah orang- orang tertentu seperti kyai atau pemangku adat (sebutan untuk pewaris adat istiadat nenek moyang). Kegiatan apapun yang berhubungan dengan daur hidup (kematian,kelahiran,penyembelihan hewan,selamatan dsb) harus diketahui oleh kyai atau pemangku adat dan mereka harus mendapat bagian dari upacara-upacara tersebut sebagai ucapan terima kasih dari tuan rumah. Kyai ini juga merupakan specialist atau orang yang di agungkan dalam masyarakat Suku Sasak. Seperti yang telah disebutkan di atas, Kyai selalu mendapat bagian dalam setiap upacara- upacara, dan merupakan pewaris adat istiadat dari nenek moyang.
Kepercayaan Islam Wetu Telu yang dianut orang Sasak ini menganut ajaran yang berbeda dengan ajaran Islam pada umumnya. Seperti yang tersirat dalam namanya, Wetu Telu, artinya menjalankan sembahyang sebanyak tiga kali dalam sehari, bukan 5 waktu seperti halnya yang dilakukan umat Muslim. Orang Sasak hanya menjalankan sholat pada siang hari (duhur), sore hari (asyar), dan saat matahari terbenam (maghrib). Demikian halnya pada saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Pemeluk Islam Wetu Telu hanya menjalankan ibadah puasa sebanyak 3 hari selama bulan Ramadhan, yaitu pada hari pertama, pertengahan bulan Ramadhan, dan hari terakhir menjelang Idul Fitri.

28. Banyak suku di Indonesia yang menggunakan pantun dalam kegiatan berbudayanya, di antaranya adalah suku. a.Dayak,Banjar,Mandailing b.Sunda,Jawa,Batak c.Aceh, Sasak,Baduy d.Melayu,Asmat,Minang


Jawaban:

A.dayak,Banjar,mandailing

Penjelasan:

maaf klo salah

Jawaban:

Jawabannya D.Melayu,Asmat,Minang

Penjelasan:


29. apa tegese kesasak - sasak ?​


Jawaban:

sasak adalah anyaman (bilah bambu) kasar untuk pagar, dinding, dan sebagainya; 2 buluh bambu atau kayu yang disusun menjadi satu; rakit

maaf kalau jawaban saya salah


30. Apa makanan Melayu yang ada di suku Sasak dan budaya Melayu apa yang ada disasak?


Jawaban:

Kain tenun dan budaya menenun.

Suku sasak sangat terkenal dengan hasil karya seni dari cabang seni rupa yang terbuat dari benang yakni kain tenun. Suku sasak sejak zaman dahulu sudah sangat terkenal dengan karya kain tenun dan budaya menenun bagi wanita. Kondisi ini bahkan dipertegas dengan anggapan yang beredar di masyarakan suku sasak bahwa wanita setiap wanita yang menenun merupakan sososk wanita yang dewasa dan siap untuk berkeluarga.

Menenun menurun orang sasak disebut sesek dalam bahasa sasak. Seksek atau menenun dilakukan dengan cara memasukkan benang satu persatu (sak sak). Kemudian benang yang sudah disatukan tersebut dipadatkan dan disesakkan untuk menjadi kain dengan cara memukul mukulkan alat tenun. Hal yang unik dari proses memukulkan ala tenun tersebut adalah suaranya yang menghasilkan bunyi sak sak beberapa kali. Karean kegiatan ini lah yang menyebutkan munculnya penamaan suku saksak. Menenun selain menjadi kebudayaan suku saksak juga merupakan salah satu dari budaya Indonesia yang mendunia.

Kepercayaan

Seperti yang telah dijelaskan diatas, masyarakat suku sasak sebagian besar memeluk kepercayaan atau agama Islam. Dan ada 1 % dari masyarakat suku sasak yang beragama islam menjalankan kepercayaan atau agama yang sedikit berbeda dengan ajaran agama islam pada umumnya yang disebu sebagai islam wetu telu. Selain islam, ada juga sedikit masyarakat suku sasak yang masih mempercayai kepercayaan sebelum datangnya islam yang disebut sebagai “sasak boga”. Islam datang dan berkembang dalam masyarakat suku sasat sejak abad 16 – 17.

Adat Istiadat

Sama halnya dengan kebudayaan suku asmat di Papua dan beberapa suku bangsa lainnya, kebudayaan suku sasak juga tumbuh berabad abad tahun lalu dan telah mengakar menjadi adat istiadar pada masyarakat suku sasak. Adat istiadat dari suku sasak yang paling mudah dilihat adalah saat proses pernikahan. Dalam resepsi pernikahan, seorang wanita yang akan dinikahi oleh seorang laki laki harus dilarikan dahulu kerumah keluarganya dari pihak lai laki, proses ini disebut sebagai merarik atau pelarian.

Proses merarik ini dilakukan dengan cara yang sederhana, calon wanita yang akan dinikahi akan diculik dari keluarganya tanpa perlu menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu. Proses “penculikan” mengharuskan wanita atau gadis yang diculik tidak boleh sendirian dan harus ditemani oleh kerabat atau teman. Selain menemani, kerabat juga akan bertindak sebagai saksi dan pengiring dalam prosesi ini. Dalam prosesi ini, wanita atau gadis yang dicuri harus berada di rumah kerabat laki laki dan tidak berada di rumah laki laki langsung.

Rumah Adat  

Kebudayaan suku sasak lainnya yang dapat ditemukan dalam setiap kehidupan sehari hari masyarakat sasak adalah rumah adatnya. Rumah adat suku sasak berbeda dengan arsitektur dan bentuk rumah adat dari bali secara umum. Kampung kampung orang sasak bisanya akan terdiri dari dua baris, baris pertama berisi rumah berbentuk bale yang dilengkapi dengan lumbung padi dibagian sisi lainnya. Disela sela rumah rumah tersebut dibangun beruga yang meruakan balai dengan fungsi sebagai tempat pertemuan.

Tradisi suku sasak

Kebudayaan yang akan dijelaskan terakhir adalah tradisi yang berkembang di masyarakat suku sasak. Tradisi tersebut diantaranya seperti  :

Bau nyale,  legenga yang berkembang di suku sasak yang menceritakan seorang putri yang berubah menjadi nyale (binatang laut sejenis cacing).

Rebo bontong, hari yang dipercaya sebagai suku sasak yang merupakan hari dimana datangnya bencana serta penyakit. Akan ada upacaya yang dilakukan untuk memperingati hal tersebut.

Berbubus batu, sebuah upacara yang dilakukan untuk meminta berkah pada sang pencipta alam.

Makanan khas suku sasak

1. Plecing Kangkung.

2. Ayam Taliwang.  

3. Sate Bulayak.  

4. Nasi Balap Puyung

5. Ares.

6. Sate Rembiga.

7. Sate Tanjung.

8. Poteng Jaje Tujak dan Iwel.

ya itu doang yang ku tau

jadi: maaf kalo salah dan baca dari atas, kalian harus rajin membaca

biar pinter


31. contoh kebaragaman suku sasak ​


1.contoh keragaman suku Sasak

-kebudayaan

-sistem kepercayaan

-sejarah

-adat istiadat

semoga membantu


32. contoh lapisan masyarakat suku Sasak yang tertutup dan terbuka?​


Jawaban:

sikao social menjado Dia kelompok kebudayaan


33. contoh nilai dasar Pancasila perstuan dalam suku Sasak​


Jawaban:

Nilai Dasar Sila Persatuan

Makna sila ketiga pancasila berbicara tentang arti penting persatuan dan kesatuan di Indonesia.

Adanya persatuan dan kesatuan dapat memajukan negara Indonesia, yaitu dengan memprioritaskan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.

Ada pun nilai-nilai yang terkandung di dalam sila ketiga antara lain adalah:

Mengutamakan kepentingan, keselamatan, persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan.

Memiliki rasa cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara yang diwujudkan dengan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Mengakui seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia beserta keanekaragaman budaya di setiap suku tersebut. Hal ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Contoh penerapan nilai-nilai sila ketiga dapat dilihat di UUD 1945 pasal 35.

Di dalam pasal tersebut menjelaskan bahwa bendera Indonesia adalah merah putih.

Aturan tersebut merupakan contoh identitas nasional Indonesia yang merupakan alat kesatuan dari berbagai suku yang ada.

Penjelasan:


34. apa arti anyaman sasak dan berikan contohnya


anyaman yang diangkat lalu ditumpang

35. Buatlah pantun Sasak bersajak a b a b !


Jawaban:

Berikut contoh sebuah pantun yang bersajak A-B-A-B:

Di langit berarak awan

Air beriak ya di telaga

Jika ingin disayang kawan

Sopan satun ya dijaga

Berikut contoh pantun lainnya:

Anak kodok lincah melompat

Lompatnya di pinggir telaga

Anak baik tidak mengumpat

Nanti hilang semua pahala

Penjelasan:

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama sama seperti syair dan gurindam. Pantun memiliki banyak fungsi mulai dari sarana mengungkapkan isi hati, untuk menegur sekaligus menghibur. Pantun terdiri atas bait yang tersusun atas empat baris. Dua baris awal pada pantun dinamakan sampiran. Sementara dua baris lainnya dinamakan isi. Bagian pesan atau amanat pada pantun dijumpai pada bagian isi.


36. anyaman satu tumpang satu yang disebut dengan anyaman sasak contohnya pembuatan benda seperti.....


tampah,gedek,tumbu,dlltikar,dompet,dll

miga benr ya...

37. contoh sebuah anekdot yang berkembang ditengah-tengah masyarakat Sasak​


Jawaban:

cerita rakyat, dan anekdot legenda


38. sebutkan dan contoh dialek yg digunakan oleh masyarakat Sasak serta sebutkan daerah penyebarannya​


Jawaban:

Sasak memiliki tingkat kesalingpahaman yang rendah. ... Bahasa Sasak dituturkan oleh sebagian besar masyarakat Sasak


39. 1. jelaskan secara singkat waktu mangan nginem cara sasak !2. sebutkan tata cara mangan nginem cara sasak !3. berikan satu contoh cara mangan nginem cara sasak !dibantu yaaaaaaaaa​


Jawaban:

santuyy dan rilex itu sahaja


40. sebutkan juga bukti yang menunjukkan masuknya agama hindu di gumi sasak​


mereka masuk lewat jalur perdagangan


Video Terkait

Kategori b_daerah